Ku temui lagi angka itu di kalenderku.
30 hari berlalu.
Waktu memang begitu cepat ya?
Padahal, rasanya cukup lama dan berat dilalui.
Bagaimana kabarmu?
Semoga semesta selalu berbaik hati padamu.
Bagaimana kabarku?
Percayalah,
selalu ada fase tidak baik-baik saja.
Tapi, aku memilih untuk merasakan dan mengenalinya.
Supaya aku tidak perlu berpura-pura bahagia.
30 hari berlalu.
Aku masih belajar,
untuk berbahagia atas diriku,
juga berbahagia atas bahagiamu.
30 hari berlalu.
Rupanya masih kutemukan bayangmu,
di keramaian yang kurasa sepi.
Masih teringat jelas,
peluk erat dan harum tubuh yang kau tinggalkan.
Masih pula tersimpan namamu,
di antara nama lainnya dalam doaku.
30 hari berlalu.
Kita tetaplah kita,
yang terpisah oleh kenyataan.
30 hari berlalu.
Aku tetap percaya,
bahwa ini adalah kehendak terbaik Tuhan.
Agar kita saling belajar.
Comments
Post a Comment