12 Agustus

Butuh 3 menit sebelum tiba
untuk memutuskan menemuinya.
Padahal sejak siang aku sudah berputar-putar dalam pikiranku,
mencari tahu bagaimana harus ku jelaskan.

Kemudian aku tiba,
menanyakan kesediaannya.
Aku menantinya dengan harap cemas.
Jantungku berdebar lebih cepat
tanganku mendingin pula

Di ujung jalan itu ku temui dirinya.
Dalam diriku bergejolak!
Harus bagaimana? harus bicara apa?
Kacau balau pikiranku!

Sembari ku coba menenangkan diri,
ku tata rinduku yang berserakan.

Akhirnya ku pilih mengutarakannya,
"aku merindukanmu, tapi aku tak tahu harus bagaimana."
Walau mengatakan kalimat itu saja aku terbata-bata.

Ingin sekali ku tuntaskan rindu ini dengan peluk hangat,
canda tawa,
mungkin sesekali merapihkan rambutnya,
atau mengusap wajahnya.
Tapi bagaimana?
Aku harus menahan diri, juga menahan rasa.

Sebelum aku pergi,
ia juga mengatakan hal yang serupa.
Aku dengar itu.

Kemudian kutemui lagi perpisahan,
ku bawa diriku pergi dengan segala rindu yang tak tuntas.

Ku lalui perjalanan pulang ini
dengan meratapi ramainya jalanan,
hampa nya jiwaku,
juga pecahnya air mata.

Comments